Ilmu Budaya Dasar : Puisi Pengemis Tua

Pengemis Tua Menangis Berteduh dalam gubuk kecil beratap bambu rapuh Usia tua telah menghampiri jiwa yang dulu muda Mata sayup tak tahan lagi memandang terik mentari Tubuhnya bungkuk terdorong akan tenggelamnya senja Pengemis tua … Pakaianmu compang-camping dan terkoyakkan dengan keadaan kejam Tiada terurus lagi tubuh penuh tiupan debu menghampiri Kau bawa wadah kecil di tangan sebagai pencari nafkah itu Belas dan kasihan serta selalu menundukkan pandangan Sebagai modal utama untuk menjalani pekerjaan Di samping tumpukan sampah busuk langkah sejenak terhenti Beristirahat menikmati sisa bekas makanan basi yang terbuang Air minum dalam kaleng bekas tak lagi tersehatkan Dengan tangan gemetar makanan menghadap mulut kau masukkan Tubuh tua renta itu hanya pasrah dan tak ada peduli Kejamnya negeri menggerogoti serta memaksa untuk seperti kerja rodi Sampai mati kau harus usaha keras sendiri Atau nyawa melayang dengan cara tak terkasihi Sungguh kejinya keadilan yang nampak terselimuti Wahai engkau yang telah menjadi sosok budiman Berbagai permasalahan nampak diantaranya kelaparan Tiada cara terbaik kau untuk berhenti mengentaskan Menutup kedua telinga dengan rapat dari segala keluhan Ulurkan tangan dengan keringanan yang berisi penuh akan kekuasaan Segala hak mereka terpenuhi dan tersamakan Tiada lagi penindasan secara kejam di negeri ini Demi kesejahteraan dan keutuhan NKRI

Komentar