1. Teori
Motivasi yang Relevan bagi saya sendiri :
1.1 TEORI MOTIVASI HERZBERG (1966)
Menurut Herzberg (1966), ada dua jenis faktor yang mendorong seseorang untuk berusaha mencapai kepuasan dan menjauhkan diri dari ketidakpuasan. Dua faktor itu disebutnya faktorhigiene (faktor ekstrinsik) dan faktor motivator (faktor intrinsik). Faktor higiene memotivasi seseorang untuk keluar dari ketidakpuasan, termasuk didalamnya adalah hubungan antar manusia, imbalan, kondisi lingkungan, dan sebagainya (faktor ekstrinsik), sedangkan faktor motivator memotivasi seseorang untuk berusaha mencapai kepuasan, yang termasuk didalamnya adalah achievement, pengakuan, kemajuan tingkat kehidupan, dsb (faktor intrinsik).
1.2
TEORI MOTIVASI VROOM (1964)
Teori
dari Vroom (1964) tentang cognitive theory of motivation menjelaskan mengapa
seseorang tidak akan melakukan sesuatu yang ia yakini ia tidak dapat
melakukannya, sekalipun hasil dari pekerjaan itu sangat dapat ia inginkan.
Menurut Vroom, tinggi rendahnya motivasi seseorang ditentukan oleh tiga
komponen, yaitu:
• Ekspektasi (harapan) keberhasilan pada suatu tugas
• Ekspektasi (harapan) keberhasilan pada suatu tugas
•
Instrumentalis, yaitu penilaian tentang apa yang akan terjadi jika berhasil
dalam melakukan suatu tugas (keberhasilan tugas untuk mendapatkan outcome
tertentu).
• Valensi, yaitu respon terhadap outcome seperti perasaan posistif, netral, atau negatif.Motivasi tinggi jika usaha menghasilkan sesuatu yang melebihi harapanMotivasi rendah jika usahanya menghasilkan kurang dari yang diharapkan
• Valensi, yaitu respon terhadap outcome seperti perasaan posistif, netral, atau negatif.Motivasi tinggi jika usaha menghasilkan sesuatu yang melebihi harapanMotivasi rendah jika usahanya menghasilkan kurang dari yang diharapkan
1.3 TEORI MOTIVASI ABRAHAM MASLOW
(1943-1970)
Abraham Maslow (1943;1970) mengemukakan bahwa pada dasarnya semua manusia memiliki kebutuhan pokok. Ia menunjukkannya dalam 5 tingkatan yang berbentuk piramid, orang memulai dorongan dari tingkatan terbawah. Lima tingkat kebutuhan itu dikenal dengan sebutan Hirarki Kebutuhan Maslow, dimulai dari kebutuhan biologis dasar sampai motif psikologis yang lebih kompleks; yang hanya akan penting setelah kebutuhan dasar terpenuhi. Kebutuhan pada suatu peringkat paling tidak harus terpenuhi sebagian sebelum kebutuhan pada peringkat berikutnya menjadi penentu tindakan yang penting.
• Kebutuhan fisiologis (rasa lapar, rasa haus, dan sebagainya)
•
Kebutuhan rasa aman (merasa aman dan terlindung, jauh dari bahaya)
• Kebutuhan akan rasa cinta dan rasa
memiliki (berafiliasi dengan orang lain, diterima, memiliki)
• Kebutuhan akan penghargaan
(berprestasi, berkompetensi, dan mendapatkan dukungan serta pengakuan)
•
Kebutuhan aktualisasi diri (kebutuhan kognitif: mengetahui, memahami, dan
menjelajahi; kebutuhan estetik: keserasian, keteraturan, dan keindahan;
kebutuhan aktualisasi diri: mendapatkan kepuasan diri dan menyadari potensinya)
Bila makanan dan rasa aman sulit diperoleh, pemenuhan kebutuhan tersebut akan mendominasi tindakan seseorang dan motif-motif yang lebih tinggi akan menjadi kurang signifikan. Orang hanya akan mempunyai waktu dan energi untuk menekuni minat estetika dan intelektual, jika kebutuhan dasarnya sudah dapat dipenuhi dengan mudah. Karya seni dan karya ilmiah tidak akan tumbuh subur dalam masyarakat yang anggotanya masih harus bersusah payah mencari makan, perlindungan, dan rasa aman.
Bila makanan dan rasa aman sulit diperoleh, pemenuhan kebutuhan tersebut akan mendominasi tindakan seseorang dan motif-motif yang lebih tinggi akan menjadi kurang signifikan. Orang hanya akan mempunyai waktu dan energi untuk menekuni minat estetika dan intelektual, jika kebutuhan dasarnya sudah dapat dipenuhi dengan mudah. Karya seni dan karya ilmiah tidak akan tumbuh subur dalam masyarakat yang anggotanya masih harus bersusah payah mencari makan, perlindungan, dan rasa aman.
2. Identifikasi
Motivasi yang ada dalam diri sendiri ketika Bekerja :
Ketika
saya melakukan sesuatu atau bisa di sebut berkerja , pasi ada motivasi yang
tertanam di pikiran saya , motivasi untuk mencapai tujuan , motivasi tidak mau
kalah, motivasi untuk menjadi juara dan motivasi lainnya yang sering saya
kerjakan.
Motivasi
sangat penting bagi saya sendiri , untuk mencapai tujuan kita tidak bisa lepas dari
motivasi. Pantang menyerah adalah salah satunya , ketika kita berkerja kita
tidak boleh menyerah , karana itu tidak adan mencapai tujuan . kalimat motivasi
yang sering saya tanam untuk mencapai tujuan yaitu :
”
Menyerahlah ketika peluang sudah benar-benar habis. Tetapi jika masih
ada satu harapan, raihlah dengan kerja keras dan buang semua hal yang
menghadang ”
Ketika
peluang sudah benar-benar habis silahkan menyerah , akan tetapi kita bisa
mencari jalan lain dengan kerja keras.
3. Analisa
Motivasi mempunyai peranan penting dalam proses bekerja.
Suatu perbuatan atau keinginan yang disadari dan hanya mempunyai satu motivasi
bukanlah hal yang biasa, tetapi tidak biasa. Karena suatu keinginan yang
disadari atau perilaku yang bermotivasi dapat berfungsi sebagai penyalur untuk
tujuan-tujuan lainnya. Apabila dapat terjadi keseimbangan, hal tersebut
mencerminkan ”hasil pekerjaan” seseorang yang berhadapan dengan potensinya
untuk perilaku, yang dapat diidentifikasi sebagai ”kemampuannya”. Jadi,
motivasi memegang peranan sebagai perantara untuk mentransformasikan kemampuan
menjadi hasil pekerjaan.
4. Referensi
http://tkampus.blogspot.com/2012/04/pengertian-motivasi-dan-teori-teori.html
http://dbagus.com/pentingnya-motivasi-dalam-bekerja
http://www.slideshare.net/99yuda/makalah-teori-teori-motivasi-psikologi-pendidikan
http://www.wattpad.com/5197806-teori-motivasi-abraham-maslow
4. Referensi
http://tkampus.blogspot.com/2012/04/pengertian-motivasi-dan-teori-teori.html
http://dbagus.com/pentingnya-motivasi-dalam-bekerja
http://www.slideshare.net/99yuda/makalah-teori-teori-motivasi-psikologi-pendidikan
http://www.wattpad.com/5197806-teori-motivasi-abraham-maslow

Komentar
Posting Komentar